Novel Namaku Alam

Novel Namaku Alam salah satu novel fiksi sejarah Indonesia. Ditulis oleh penulis yang sama seperti Laut Bercerita, yaitu Leila S. Chudori yang diterbitkan pada tahun 2023.
Novel ini menceritakan kehidupan tokoh bernama Alam, Segara Alam, yaitu anak dari seorang ayah yang dieksekusi mati karena dituduh sebagai anggota PKI saat Alam masih berusia lima tahun. Kisah ini berlatar belakang masa Orde Baru, yaitu periode setelah tahun 1965 ketika pemerintahan saat itu melakukan penumpasan besar-besaran terhadap orang-orang yang dituduh terlibat PKI.
Alam memiliki kelebihan photographic memory yang membuatnya mampu mengingat berbagai hal secara terperinci. Namun, ia menganggap kemampuan itu sebagai kutukan karena membuatnya seolah hidup dalam bayang-bayang masa lalu yang kelam tentang ayahnya. Hal itu juga menyebabkan Alam dicap sebagai anak dari ‘pengkhianat negara’, seseorang yang dianggap tumbuh dari akar pengkhianat. Sebuah beban identitas yang melekat padanya di mana pun ia berada, sementara ia terus berusaha memahami dirinya di tengah diskriminasi dan perundungan.
"Ternyata banyak sekali bayi yang lahir dengan 'dosa'. 'Dosa' itu mengalir di dalam darah, terpateri di dahinya, bahwa untuk selamanya dia terlahir sebagai putra atau putri ayah yang terkutuk. Maka sejak bayi hingga dewasa, 'dosa' itu akan selalu ditenteng ke mana-mana."
-Segara Alam.

Alam tumbuh menjadi anak yang emosional sekaligus pemberontak. Dalam buku ini diceritakan kehidupan sekolahnya, teman-temannya, kebersamaan bersama keluarga, hingga kisah percintaannya. Kehidupannya pada masa Orde Baru sebagai keluarga keturunan yang terlibat dengan PKI menjadi alasan Alam dan keluarganya merasa terancam bahkan diperlakukan tidak adil. Malam hari pun kerap membuatnya gelisah karena bayangan tentang ayahnya dan masa lalu yang terus menghantuinya.
Setelah saya membaca novel tersebut, saya menyadari pentingnya mempelajari dan mencatat sejarah untuk mempelajari masa kini dan untuk menghindari sejarah kelam yang terulang kembali. Kalian yang ingin mempelajari sejarah namun yang dikemas dengan cerita yang menyenangkan, buku ini sangat direkomendasikan. Saya tak sabar membaca novel Namaku Alam jilid 2!
"Pojok Literasi SMPN 2 Cikupa"
Sinopsis ditulis oleh Siti Nur zaahirah (9E)
