APLIKASI "PEMBANTU" PEMBELAJARAN ONLINE

Selama masa pandemi covid 19, siswa dan siswi SMPN 2 Cikupa terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mereka secara online atau jarak jauh. Pihak sekolah, terutama guru-guru yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar mau tidak mau harus mencari cara untuk dapat berkomunikasi dengan siswa siswinya secara efektif. Berikut ini beberapa aplikasi yang dinilai sangat membantu kegiatan pembelajaran jarak jauh SMPN 2 Cikupa.

1. Whatsapp Messenger

Aplikasi pesan gratis yang sekarang sudah dimiliki oleh Facebook ini sangat membantu guru-guru dalam berkomunikasi dengan para siswanya. Penyampaian jadwal serta tugas disampaikan melalui aplikasi ini. Didirikan pada tanggal 24 Februari 2009 oleh Brian Acton dan Jan Koum yang pernah bekerja sebagai pegawai Yahoo, aplikasi pesan ini selain dapat mengirim text juga dapat mengirim video, gambar, voice note, dokumen, share location, dan juga dapat dimanfaatkan untuk menelpon melalui suara dan video. 

2. Google Classroom

Dirilis pada tanggal 12 Agustus 2014 oleh perusahaan raksasa Google, Google Classroom adalah layanan web gratis, yang dikembangkan oleh Google untuk sekolah, yang bertujuan untuk menyederhanakan membuat, mendistribusikan, dan menilai tugas dengan cara tanpa kertas. Tujuan utama Google Classroom adalah untuk merampingkan proses berbagi file antara guru dan siswa.

Google Classroom menggabungkan Google Drive untuk pembuatan dan pengiriman penugasan, Google Docs, Sheets, dan Slides untuk penulisan, Gmail untuk komunikasi, dan Google Calendar untuk penjadwalan. Siswa dapat diundang untuk bergabung dengan kelas melalui kode pribadi, atau secara otomatis diimpor dari domain sekolah. Setiap kelas membuat folder terpisah di Drive masing-masing pengguna, di mana siswa dapat mengirimkan pekerjaan untuk dinilai oleh guru. Aplikasi seluler, tersedia untuk perangkat iOS dan Android, memungkinkan pengguna mengambil foto dan melampirkan penugasan, berbagi file dari aplikasi lain, dan mengakses informasi secara offline. Guru dapat memantau kemajuan untuk setiap siswa, dan setelah dinilai, guru dapat kembali bekerja bersama dengan komentar.

Source https://id.wikipedia.org/wiki/Google_Kelas

Para guru mapel membuat kelas masing-masing untuk memudahkan siswa menyelesaikan tugasnya, juga memudahkan para guru untuk memantau siapa saja yang sudah mengumpulkan dan siapa saja yang belum mengumpulkan.

3. Thatquiz

Aplikasi ini yang dipakai oleh SMPN 2 Cikupa pada saat Ujian Sekolah dan Ujian Kenaikan Kelas. Aplikasi yang dapat di unduh di playstore secara gratis ini sangat membantu pihak sekolah menjalankan ujian jarak jauh. Dengan cara kerja yang simple, aplikasi ini mudah dipahami siswa sehingga kegiatan ujian dapat berjalan dengan baik. Bukan hanya mempermudah siswa, pihak sekolah pun dimudahkan dengan cara kerja thatquiz yang memungkinkan kegiatan yang sedang berjalan dapat dipantau secara langsung melalui websitenya. Para pendamping kelas pada saat ujian bisa mamantau status para siswa seperti, yang sedang mengerjakan, belum online dan yang sudah selesai. Dengan penilaian otomatis, para guru mapel pun dimudahkan dengan tidak perlu mengoreksi hasil ujian, karena nilai sudah dihitung oleh aplikasi ini.

4. Youtube

Siapa yang tidak kenal dengan kanal youtube hari ini, situs berbagi video ini pun sangat membantu pembelajaran jarak jauh SMPN 2 Cikupa. Dengan adanya beberapa mapel yang mengharuskan praktek seperti PJOK, SBD dan Prakarya, beberapa tugas mengharuskan siswa siswi membuat video dalam mengerjakan tugasnya. Video-video yang sudah dibuat siswa kemudian di upload ke youtube dan hanya mengirimkan link videonya kepada guru yang bersangkutan.

Pembelajaran Jarak Jauh SMPN 2 Cikupa tidak akan berjalan dengan baik walaupun dengan aplikasi-aplikasi diatas tanpa peran aktif guru-guru, wali kelas dan siswa siswi nya sendiri. Group kelas whatsapp menggantikan ruang kelas fisik, google classroom menggantikan papan tulis dan spidol, Thatquiz menggantikan LJK dan Soal ujian, youtube menggantikan penilaian projek dan praktek secara langsung. Semoga pandemi ini segera berlalu agar kita dapat bertemu dan berkegiatan kembali seperti biasa. Stay at home, stay safe. 

 

Add comment


Artikel